Yayasan Tunas Sejati Menyelenggarakan Pagelaran Seni Bertemakan ‘Setiap Ruh Ingin Kembali Kepada Tuhan Yang Maha Esa Dengan Selamat’

0
29

 

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya -Yayasan Tunas Sejati yang menaungi Lembaga Pendidikan Tinggil Ilmu Tauhid Tunas Sejati, pada hari ini menyelenggarakan Pagelaran Seni dengan tema : “Setiap Ruh Ingin Kembali Kepada Tuhan Yang Maha Esa Dengan Selamat.”

Bertempat di ruang Harmoni, Hotel Harper MT Haryono Jl. Biru Laut X – Cawang Baru, Jakarta Timur. Pagelaran seni disuguhkan untuk berbagai komponen bangsa, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat lintas lembaga, agama dan profesi. Acara ini digelar sebagai wujud konstribusi kami dalam mengajak semua komponen bangsa agar dapat merenungi bahwa setiap Ruh tanpa memandang agama, suku, ras ingin kembali kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan selamat. Walaupun kecil, namun diharapkan dapat memberikan dampak bagi siapapun yang tergetar dengan acara ini.

Pagelaran seni ini didukung oleh para talent Evi Sumardiani, Suhasbi, Alex Luhulima, Saskia Tasnim Utami, Tomi Tri Adianto, Sukardono Utomo, Salsabiila Luqman, dan Penari Sufi ISAQ Talent. Sebuah perpaduan seni yang menggambarkan perjalanan hidup manusia untuk menemukan jati dirinya dan menjalani kehidupan sesuai dengan iradat Allah. Berbagai Karya Ibu Susilawati Susmono (Guru Besar Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauhid Tunas Sejati dan ISAQ Education Center) ditampilkan antara lain lagu Liku-Liku Kehidupan, Jati Diri, Duna Fana, Kemenangan, Kebenaran Hakiki, Kutemukan Kasih Sayang, Pintu Tobat Selalu Terbuka, Kasih Yang Suci, Saling Mengasihi, Pasrah, Yakin Padamu Satu dan Selalu. Pada pagelaran kali ini hampir seluruh tampilan diiringi tari sufi dengan berbagai format. Lagu-lagu tersebut diaransemen oleh seorang maestro biola Indonesia : almarhum Idris Sardi dan beberapa lagu diaransemen dan diiringi secara live oleh Alex Luhulima.

Tampilan seni tersebut secara substansi diulas oleh para narator yaitu : DR rer.nat, Ir.Hj. Krisnani Setyowati (Direktur Lembaga Pendidikan Tinggi Ilmu Tauhid Tunas Sejati), Bima Himawan Ramantika, ST, MM (Direktur ISAQ Education Center), Ir.Hj. Sandra Rina Sehalangi, MBA (Ketua Yayasan Riyadhatul Ihsan), H. Dedi Luqman Junaedi Uton (Pengawas Yayasan Riyadhatul Ihsan), Hj. Nuzulia Hasanah (Ketua Yayasan Tunas Sejati), H. Sukardono Utama, BE (Anggota Yayasan Tunas Sejati), Zuhartina S. Pd (Pengurus Yayasan Tunas Sejati) serta Bekti Baskoro (Pengurus Yayasan Tunas Sejati).

Pesan-pesan yang diangkat dalam Pagelaran Seni ini adalah : “Setiap Ruh sebagai anak cucu Adam secara universal tanpa memandang agama, suku, ras, tetapi yang paling utama adalah anak cucu Adam, dipanggil oleh Allah agar mengenakan pakaian penutup aurat, pakaian perhiasan dan yang ketiga, pakaian taqwa. Tidak akan ada taqwa tanpa mengenal Tuhan Yang Maha Esa dalam arti mengenal Tauhid Dzati. Tidak ada sifat tanpa adanya Dzat. Untuk itu apabila bangsa ini ingin bangkit, solusi utama adalah mengenal Tuhan Yang Maha Esa diawali dengan mengenal Makrifat Dzat, Makrifat Sifat, Makrifat Asma dan Makrifat Fi’il.

Jika manusia sudah mengenakan ketiga pakaian tersebut di atas secara hakikat dan sudah mengenal sampai tuntas pada Tauhid Dzati, Sifat 20 Allah akan diberikan karena itu melekat kepada Dzat. Mendaki mutlak harus dilakukan sampai selesai tanpa meninggalkan kebelangan setitikpun. Artinya, secara tulus ingin mengenal Allah tanpa ada embel-embel apapun urusannya di dunia, termasuk karena harta dan jabatan yang diinginkan.

Semoga pesan-pesan yang disampaikan dalam Pagelaran Seni ini, gaungnya mampu mencapai pelosok negeri dan mengingatkan kita semua agar berupaya menjalani kehidupan sesuai kodrat jati diri sehingga pada masanya nanti ruh akan dapat pulang dengan selamat kepada Tuhan Yang Maha Esa. (Erwin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here