CEO El John Indonesia : Miss Coffee Indonesia 2017 Adalah Ikon Wanita Indonesia Yang Bukan Hanya Cantik Tapi Cerdas

0
75

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Asosiasi Duta Indonesia (ADI) bekerjasama dengan El John Pegeants menggelar Pemilihan Miss Coffe Indonesia (MCI) 2017 pada tanggal 21 dan 22 Agustus 2017. Malam puncaknya bertempat di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dalam rangkaian Putri Pariwisata Indonesia 2017.

Menurut Ketua Pelaksana MCI 2017 Lisa Ayodhia, pemilihan tahun ini diikuti oleh duta-duta dari seluruh provinsi di Indonesia yang merupakan provinsi penghasil maupun konsumen kopi dengan jumlah 38 finalis MCI 2017.
Seluruh peserta akan mengikuti rangkaian kegiatan antara lain terdiri dari paparan dari para pakar yang dapat memberikan wawasan mengenai perkembangan kopi sebagai komoditi utama di dunia. Selain itu peluang industri kopi dan produk-produk olahannya, manfaat kopi bagi kesehatan, agrowisata kopi serta pengembangan perkebunan dan perdagangan kopi untuk kesejahteraan masyarakat, utamanya petani kopi.

Tim juri Miss Coffe Indonesia 2017 adalah : Esthy Reko Astuti, Deputi bidang pengembangan pemasaran pariwisata nusantara Kemenpar; A. Syafrudin Sabani (Ketua SCAI); Ir. Jamil Musyanif (CLI); Tri Yuli Kurniasih ( Coffe Cupping Barista Course dan pemilik d’excellent coffe); Rina Zoet (Aktivis Perempuan); James Gwee (Motivator); Krisna Syarif (Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan); Wawa Sugimurwati (Beauty Expert) dan Roy Darmawan (Ketua Dewan Pembina Universitas Indonesia), Tim ahli Menko Perekonomian RI.

Adapun kriteria penilaiannya meliputi lima aspek pokok. Pertama, pengetahuan tentang kopi. Kedua, smart. Ketiga, berkepribadian, Keempat, kecantikan fisik. Dan kelima, berbakat.

“Nanti pemenangnya akan bertugas mempromosikan kopi Indonesia, baik di dalam maupun luar negeri,” ujar Lisa.

Sedangkan Presiden Director atau CEO El John Indonesia, Johnnie Sugiarto saat ditemui awak MediaIndonesiaRaya.com seusai acara press conference mengatakan bahwa acara ini menjadi titik awal dari acara pemilihan Miss Coffee Indonesia yang lebih terencana dan terjadwal sehingga menjadi kalendar tetap pariwisata Indonesia.

“Acara ini sebenarnya adalah warming up, pemanasan dan persiapan karena beberapa tahun terakhir ini tidak ada kegiatan, tahun ini acara pemilihan miss coffee 2017 sudah lebih terencana atau terkonsep,” katanya.

Menurutnya lagi semua kegiatan-kegiatan yang positif seperti ini harus didorong karena acara ini bisa dijadikan sarana promosi hasil pertanian Indonesia berupa kopi yang sangat beragam dengan varietas yang sangat banyak dari seluruh nusantara. Kita juga mendorong putra-putri yang cantik-cantik ini agar dapat mempromosikan berbagai daerah dengan kemampuan bahasa Inggris yang baik sehingga mereka bisa masuk ke semua lini atau bidang.

“Putri yang dicari adalah putri yang memiliki kecerdasan, punya pengetahuan yang cukup baik dan etika (attitude) yang baik. Setelah mereka terpilih baru nanti diajari dan dibekali dengan pengetahuan mengenai kopi. Jadi sekarang yang dicari adalah seseorang yang memiliki skill pengetahuan, yang nantinya menjadi icon wanita Indonesia. Jadi kecerdasaan itu mutlak dimiliki putri atau miss coffee 2017,” ujarnya.

Tujuan dari pemilihan MCI adalah untuk mempromosikan produk-produk kopi unggulan Indonesia, mendorong tumbuh kembangnya Industri kopi di Indonesia, mengembangkan perdagangan dan pariwisata Indonesia, serta mendorong produktivitas produksi kopi di Indonesia.
Adapun Miss Coffe Indonesia yang pertama dimenangkan oleh Bianca Beatrice dan Miss Coffe Indonesia yang kedua dimenangkan oleh Elizabeth Priscillia dari Sumatera Utara.(Erwin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here