Zeth Sahuburua Di Seminar Nasional Perayaan 2 Abad Martha Christina Tiahahu : Kepahlawanan Martha Christina Tiahahu Harus Ditauladani Generasi Muda Maluku

0
44

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua saat ditemui awak Media Indonesia Raya di acara seminar nasional pahlawan nasional, Martha Christina Tiahahu  di Aula Kartini Kementerian Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak (KPPPA) , Rabu (23/8/2017) dengan acara seminar nasional

“Saya menyetujui kegiatan seminar nasional untuk mengenang dua abad pahlawan nasional perempuan Martha Christina Tiahahu yang patut dihargai perjuangan maupun pengorbangannya bagi Bunda Pertiwi,” katanya.

Perayaan dua abad pahlawan Martha merupakan bagian dari momentum serupa dengan pahlawanan nasional Thomas Matulessy yang bergelar Pattimura pada 15 Mei 2017.

“Kami harus menghargai jasa para pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raganya bagi Bunda Pertiwi, teristimewa Martha sebagai rekan seperjuangan Thomas Matulessy dan kawan-kawannya saat perang Pattimura pada 1817,” ujarnya.

Karena itu, perayaan dua abad pahlawan Martha harus dikemas seoptimalnya sehingga memotivasi semangat generasi muda, terutama kaum perempuan di Tanah Air agar mengikuti jejaknya untuk mengisi kemerdekaan dengan terobosan strategis dalam menjawab mekanisme pemerintahan serta mengoptimalisasi pembangunan dan pelayanan sosial.

“Minimal dua abad perayaan pahlawan Martha menjadi momentum awal yang dikemas nantinya menjadi destinasi pariwisata rutin setiap tahun karena memiliki nilai historis didukung pesona wisata bahari menarik,” katanya.

Dia juga berharap agar masyarakat yang berasal dari Nusa Laut, Saparua dan Ambon Maluku mengenang dan menalaudani kepahlawanan Martha lewat kerja nyata dikehidupan sehari – hari.

“Saya mendambakan kisah pahlawan Martha ini menjadi hal yang dikenang dan ditauladani masyarakat di sekitar Nusa Laut, Saparua dan Ambon terutama generasi muda Maluku,” tukasnya.

Martha dalam suatu operasi pembersihan kolonial Belanda pada Desember beserta 39 orang lainnya tertangkap dan dibawa dengan kapal Eversten ke Pulau Jawa untuk dipekerjakan secara paksa di perkebunan kopi.

Selama di atas kapal, kondisi kesehatan Martha Christina Tiahahu memburuk. Dia menolak makan dan pengobatan.

Akhirnya pada 2 Januari 1818, selepas Tanjung Alang, Pulau Ambon, Martha Christina Tiahahu menghembuskan nafas yang terakhir. Jenazah Martha Christina Tiahahu disemayamkan dengan penghormatan militer ke laut Banda.

Berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 012/TK/Tahun 1969 tertanggal 20 Mei 1969, Martha Christina Tiahahu yang lahir pada 4 Januari 1980 secara resmi diakui sebagai pahlawan. (Erwin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here