LBH Bang Japar Akan Bela Asma Dewi Terkait Dugaan Kasus Ujaran Kebencian Lewat Medsos

0
64

Foto : Erwin
Jakarta, Media Indonesia Raya – Pernyataan ini disampaikan oleh Djuju Purwantoro dan Irfan Iskandar selaku pengacara di Lembaga Bantuan Hukum Kebangkitan Jawara dan Pengacara (LBH Bang Japar) dalam jumpa pers di Markas Komando (Mako) Bang Japar, Jalan H. Sa’abun, Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, Rabu (13/9).

Dalam paparannya Djuju Purwantoro yang saat ini menjabat sebagai Direktur LBH Bang Japar akan terus mendampingi tersangka kasus ujaran kebencian lewat media sosial Asma Dewi.

“Kami dari LBH Bang Japar yang berdiri pada bulan Mei 2017, yang masih berusia sangat muda, akan tetap eksis untuk menegakkan hukum dan keadilan di masyarakat Indonesia termasuk melakukan pembelaan terkait kasus yang menimpa Asma Dewi. Menurut kami Asma Dewi harus didampingi dan dibela terkait kasus dugaan ujaran kebencian lewat media sosial termasuk dari adanya berita-berita atau informasi miring yang berkembang di masyarakat dan media (sosial dan online) yang mengkait-kaitkan Asma Dewi dengan jaringan Saracen,” katanya.
Djuju Purwantoro juga sangat keberatan jika aparat Kepolisian mengaitkan Asma Dewi dengan Tokoh Pimpinan Parpol tertentu apalagi dengan jaringan Saracen seperti yang pernah diungkapkan Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto sebelumnya. Bahkan Irjen Setyo Wasisto mengatakan Asma Dewi pernah mentransfer uang sebesar Rp 75 juta kepada jaringan inti Saracen.
“Menurut kami sebaiknya aparat Kepolisian fokus untuk melakukan penyidikan terhadap kasus Asma Dewi yaitu kasus ujaran kebencian di media sosial, bukan jadi malah jadi tendensius mengaitkan beliau dengan isu-isu lain yang belum tentu benar termasuk dugaan adanya hubungan Asma Dewi dengan Jaringan Inti Saracen. Menurut kami kasus ini hanya sebatas kasus dugaan ujaran kebencian terhadap ras, etnis, atau SARA. Tidak ada hubungannya dengan kasus Saracen,” tegasnya.
Sedangkan menurut pengacara LBH Bang Japar lainnya Irfan Iskandar mengatakan bahwa Asma Dewi ditahan karena Pasal 28 Ayat 2 UU ITE tentang hate speech, Pasal 16 jo Pasal 1 UU anti diskriminasi ras dan etnis, Pasal 207 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan terhadap penguasa, dan Pasal 208 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa. Menurut Irfan lagi, pasal di atas sama sekali tak berhubungan dengan kasus aliran dana ke jaringan inti Saracen.
“Dari pasal-pasal di atas kami melihat tidak ada kaitannya dengan Saracen. Dimana kaitannya ? Kami tidak melihat ada kaitannya,” cetus Irfan.
Dalam pernyataan penutupnya Irfan meminta media massa untuk tidak mengaitkan Asma Dewi dengan Saracen. Karen menurutnya, pasal yang dituduhkan penyidik Kepolisian kepada klien mereka Asma Dewi tak ada kaitannya sama sekali dengan Saracen. (Erwin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here