Kuasa Hukum Mathius Awoitauw : Surat Rekomendasi Bawaslu Ke KPU Itu Ceroboh,  Tidak Berdasar Ketentuan Undang-Undang

0
54

Foto : Erwin
Jakarta, Media Indonesia Raya – Pernyataan ini disampaikan Kuasa Hukum dari Pasangan Calon Bupati-Wakil Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitauw-Giri Wijayanto yaitu Dr. Anthon Raharusun, S.H, M.H.,  kepada awak Media Indonesia Raya seusai sidang Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai Perselisihan Hasil Pemilihan (PHP) Kepala Daerah Kabupaten Jayapura 2017, Rabu (27/9/2017).
Menurut Anthon adanya pihak-pihak yang mempersoalkan pencalonan dan kemenangan Mathius Awoitauw di pilkada Kabupaten Jayapura itu tidak berdasar.
“Tuntutan mereka itu tidak berdasar, karena kasus ini berada di ranah yang berbeda, itu jelas masuk ranah administratif. Sehingga tidak ada kewenangan MK untuk pembatalan pencalonan itu. MK hanya berkaitan dengan permasalahan yang terkait dengan hasil perolehan suara yang merupakan keputusan KPU,” katanya.
Hanton juga mempertanyakan surat rekomendasi yang dikeluarkan Bawaslu RI  itu harus diikuti dan dilaksanakan oleh KPU.
“Tidak harus seperti itulah tindakan Bawaslu, itu jelas sekali ranah yang berbeda. Oleh karena itu menurut saya sebagai salah satu kuasa hukum Mathius Awoitauw, saya melihat sekarang ini tindakan Bawaslu itu sangat ceroboh, dengan sangat mudah sekali memberikan rekomendasi. Menurut saya juga, Bawaslu itu ada konflik kepentingan, mereka tidak berdiri pada ketentuan undang-undang, dimana mereka hanya menafsirkan secara sepihak lalu kemudian membatalkan. Jelas ini bukan prosedur yang baik,” ujar Anthon.
Ia juga melihat bahwasanya rekomendasi Bawaslu itu akan melemahkan Bawaslu terutama dari segi integritas. Integritas ini jelas akan dilihat dan dipertanyakan oleh publik atau masyarakat terutama Kabupaten Jayapura.
Sebelumnya sidang yang digelar di Mahkamah Konstitusi terkait dari Pemohon dalam perkara ini berjumlah tiga pihak, masing-masing merupakan pasangan calon yang dinyatakan kalah oleh KPU Kabupaten Jayapura.

Tiga pemohon tersebut yakni, pasangan nomor urut 5 Jansen Monim dan Abdul Rahman Sulaiman dengan nomor perkara 58/PHP.BUP-XV/20-17, pasangan nomor urut 3 Godlief Ohee dan Frans Gina dengan nomor perkara 59/PHP.BUP-XV/20-17, serta pasangan nomor urut 1 Yann dan Zadrak Asedanya dengan nomor perkara 60/PHP.BUP-XV/20-17.

Dalam pokok permohonannya, para pemohon menggugat penetapan perolehan suara hasil pemilihan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Jayapura 2017 yang memenangkan pasangan nomor urut 2, Mathius Awoitaum dan Giri Wijayanto. Surat keputusan tersebut tercatat dengan nomor 71/KptsKab.jpr/030.434090/2017.

Pilkada Kabupaten Jayapura diikuti lima pasangan calon dan dilaksanakan serentak bersama 100 daerah lain pada 15 Februari 2017, termasuk satu petahana yakni Mathius Awoitau.

Sidang berikutnya akan digelar minggu depan sesuai jadwal yang ditentukan oleh Mahkamah Konstitusi. (Erwin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here