Terkait Bahaya Laten Komunis-PKI, Ketua Umum Pandji Pertiwi, Arief A. Baluwell, S.H., : Pancasila Sudah Teruji, Pancasila Tidak Ada Ruang Bagi Ideologi Komunis

0
155

Foto : Erwin

Jakarta, Media Indonesia Raya – Pancasila diambil dari intisari nilai-nilai luhur bangsa, budaya masing-masing daerah, dan kearifan lokal, seperti toleransi beragama, suku, ras dan antar golongan, karena Pancasila merupakan konsensus pemersatu bangsa yang majemuk.
Pancasila saat ini, cenderung hanya dihafalkan dan dijadikan hiasan. Namun, tidak dihayati apalagi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu disampaikan Ketua Umum Ormas Pandji Pertiwi, Arief A. Baluwell, S.H., lewat siaran pers yang dikirimkan kepada awak Media Indonesia Raya, Rabu  (27/9/2017).

“Pancasila adalah komitmen teguh dari semua elemen bangsa untuk hidup bersama. Menjalin kasih sayang dan empati dan mengutamakan musyawarah dengan dijiwai ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga tercipta Keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Bung Arief itu.

Arief mengutip pernyataan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, bahwa Pancasila adalah rahmat yang tiada tara yang mempersatukan sekian ratus keragaman.
“Pancasila lewat sila ke 3 yaitu Persatuan Indonesia mempertegas bahwa Persatuan Indonesia adalah satu untuk Indonesia walaupun keadaan dimasyarakat sangat penuh perbedaan tetapi  harus menjadi satu darah Indonesia dan rela mengorbankan kepentingan golongan demi negara Indonesia. Walaupun sangat kental dengan berbagai budaya yang berbeda tetap harus rukun menjaga kedamaian Bhineka Tunggal Ika,” imbuhnya.

Terkait munculnya kembali bahaya laten Komunis-PKI dan bahaya laten lainnya yang bertujuan melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, Arief menegaskan bahwa Pancasila sudah sangat teruji lewat berbagai macam resistensi yang datangnya dari dalam maupun luar.
“Pancasila sudah terbukti sebagai warisan yang dibuat dengan nuansa kebatinan, karena kecintaan yang luar biasa untuk menyiapkan anak cucu kita selaku bangsa Indonesia agar bisa selamat. Hal ini sudah terbukti lewat berbagai macam dalam perkembangan era globalisasi saat ini. Kami hadir untuk ikut andil dalam memuliakan wibawa NKRI. Siapapun yang ingin merongrong Pancasila jelas akan menjadi musuh bersama Indonesia, termasuk kami,” tegas Arief.
Menurut Arief lagi, Indonesia mempunyai pilar kokoh untuk menyelamatkan Pancasila dari komunisme. Dalam hal ini kekuatan rakyat berperan penting ketika melawan komunisme dan menyelamatkan Pancasila. “Melihat realitas sejarah, TNI dan Polri harus satu kubu dengan seluruh rakyat untuk melawan komunisme dan menyelamatkan Pancasila,” ucapnya.
Sesungguhnya, tambah Arief dalam Pancasila tidak ada tempat bagi komunisme. Dari proses sejak 1 Juni, kemudian Piagam Jakarta, dan sila-sila Pancasila dalam UUD yang disahkan pada 18 Agustus 1945, tidak ada tempat untuk komunisme.

“Jadi jelas bahwa paham Komunisme bertentangan dengan Pancasila, itu Final” tutup Arief.(Erwin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here