Foto: Istimewa
Jakarta, Mediaindonesiaraya.com – Majelis Pendidikan Kristen (MPK) Indonesia merayakan HUT yang ke 76 yang diselenggarakan di GKI Bungur (Jl. Bungur Besar No. 84, Jakarta Pusat) pada hari Jumat, 5 Juni 2026. Perayaan HUT dirangkai dengan seminar dan ibadah syukur dengan tema “Fructus In Altum – Transformasi Sekolah Kristen”.
Kegiatan seminar terdiri dari dua sesi, seminar pertama dipandu Handi Irawan mengangkat tema “Masa Depan Sekolah Kristen di 2030, Membaik atau Memburuk dan seminar kedua yang bertemakan “Strategi dan Roadmap Transformasi Sekolah YPKT Gereja Toraja dipandu oleh Pendeta Alfred Anggui.
Acara kemudian dilanjutkan dengan ibadah syukur yang dipimpin oleh Pendeta Cordelia Gunawan, MTh.
Rangkaian acara perayaan HUT MPK Indonesia ditutup dengan makan malam bersama dengan para pengurus dan undangan lainnya.

Ketua Umum MPK Indonesia Handi Irawan saat memberikan keterangan kepada wartawan mengatakan visi untuk mentransformasi menjadi keyword bagi pengurus MPK Indonesia saat ini adalah terkait kapasitas kepengurusan, awareness MPK, dan hubungan dengan para mitra MPK.
“Kita bersyukur di empat tahun kepengurusan periode ini ada banyak yaitu pertama, peningkatan kapasitas terutama dalam pengurus. Kedua, dari ladangnya kita sudah siap, ada awarenessnya ada keinginan bahwa sekolah Kristen perlu untuk ditransformasi. Dan yang ketiga, kemitraan ada banyak mitra-mitra kita yang bersama MPK menjadikan dan membuat sekolah Kristen jadi lebih baik,” ujarnya.
Selain itu, sebut Handi tiga aspek penting agar transformasi sekolah Kristen berjalan ke arah yang lebih baik meliputi peningkatan kualitas guru, kurikulum yang berdasarkan aspek awareness spiritualitas Kristen dan manajemen.
“Pertama, peningkatan kualitas guru, karena guru selalu menjadi nomor satu karena sekolah yang baik atau tidak ditentukan oleh gurunya, Kedua, karena sekolah Kristen maka kita harus membawa pandangan Kristen melalui kurikulum dan banyak hal jadi aspek spiritualitas juga kita pentingkan. Ketiga, manajemen sekolah ada teknologi AI yanh bisa menjadi opportunity bagi kita, digital yang membawa kita ke wawasan yang baru,” imbuhnya.
“Kita punya tiga kapasitas yang baru seperti yang saya katakan tadi yaitu pertama, terkait kepengurusannya, kedua awareness dari MPK dan ketiga dari mitra-mitranya. Ada tiga yang kita kerjakan untuk masalah gurunya, kurikulumnya dan manajemen terutama menyangkut masalah teknologi tadi,” pungkas Handi.
Sekilas Tentang MPK Indonesia
Didirikan pada 5 Juni 1950, MPK merupakan wadah kerja sama yayasan dan badan penyelenggara pendidikan Kristen di Indonesia. Organisasi ini berakar dari lembaga pendidikan Kristen yang telah berdiri sejak era Hindia Belanda pada 1930 dan kini memiliki 23 MPK Wilayah yang tersebar di seluruh Indonesia. Selama lebih dari tujuh dekade, MPK terus berperan sebagai mitra strategis pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam memajukan pendidikan Kristen yang berkualitas dan inklusif.(Red)
