July 27, 2026
0_IMG-20260711-WA0211

Foto: Istimewa

Jakarta, Mediaindonesiaraya.com – Organisasi relawan pencinta dan pendukung Presiden Prabowo Subianto yang tergabung dalam Forum Komunikasi Nasional – 08 (FKN-08) sukses menyelenggarakan agenda strategis bertajuk Konsolidasi II Forum Komunikasi Nasional – 08. Pertemuan berskala nasional yang dihadiri oleh jajaran pengurus, tokoh relawan, serta elemen organisasi sektoral ini berlangsung khidmat di Hotel Alia, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, pada Sabtu (11/7/2026).

Konsolidasi jilid kedua ini mengusung tema besar “Silaturahmi dan Musyawarah Organisasi Relawan Pendukung Program Astacita Presiden Prabowo”. Melalui forum musyawarah ini, FKN-08 secara kolektif menegaskan komitmen penuh dan kesiapan pasukannya untuk terus mengawal, mengamankan, sekaligus menyosialisasikan seluruh program strategis pemerintah yang berpihak pada kesejahteraan rakyat dan kedaulatan ekonomi nasional.

Dalam pemaparannya, pimpinan FKN-08 menekankan pentingnya sinergi yang solid di tingkat akar rumput guna memastikan program-program prioritas Presiden Prabowo Subianto berjalan optimal tanpa hambatan. Tiga pilar utama yang menjadi fokus akselerasi gerakan relawan FKN-08 meliputi:

– Makan Bergizi Gratis: Mengawal implementasi distribusi pangan nutrisi secara merata demi mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat dan tangguh.

– Kemandirian Industri Bersama Buruh: Mendorong penguatan sektor industri domestik dan peningkatan kesejahteraan buruh guna membangun fondasi manufaktur yang kuat.

– Ketahanan Pangan Bersama Petani: Mendampingi roda produktivitas para petani lokal dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan.

“FKN-08 bukan sekadar wadah berkumpulnya para relawan pemenangan, melainkan instrumen pengawal kebijakan. Kami berkewajiban memastikan bahwa program kemandirian ekonomi yang diamanatkan dalam Astacita benar-benar menyentuh dan dirasakan manfaatnya langsung oleh seluruh lapisan rakyat Indonesia,” ujar Indria Febriansyah selaku Inisiator FKN-08 di sela-sela acara konsolidasi.

Indria Febriansyah menambahkan bahwa peran relawan tidak berhenti setelah berakhirnya Pemilihan Presiden. Menurutnya, relawan memiliki tanggung jawab moral untuk terus mengawal keberhasilan pemerintahan melalui partisipasi aktif dalam pembangunan nasional.

“Forum Komunikasi Nasional-08 hadir sebagai rumah besar komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi seluruh organ relawan. Kita ingin memastikan bahwa semangat perjuangan yang telah mengantarkan Bapak Prabowo Subianto menjadi Presiden terus berlanjut dalam bentuk kerja nyata bagi masyarakat,” ujar Indria.

Kritik terhadap Praktik “Serakahnomic”

Sesi utama menghadirkan **Nehemia Lawalata**, mantan Sekretaris Bidang Politik almarhum Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo, yang menyampaikan keynote speech bertajuk “Melawan Serakahnomic”.

Dalam paparannya, Nehemia mengkritisi praktik ekonomi yang menurutnya lebih mengutamakan kepentingan kelompok tertentu dibandingkan kesejahteraan rakyat secara luas. Ia menilai pemerintahan Presiden Prabowo memiliki peluang besar mengembalikan arah pembangunan nasional sesuai amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.

Menurutnya, pembangunan ekonomi nasional harus berorientasi pada ekonomi kerakyatan melalui penguatan hilirisasi industri, ketahanan pangan, koperasi, dan pengelolaan sumber daya alam yang berpihak kepada kepentingan nasional.

“Indonesia harus membangun ekonomi yang berkeadilan, bukan ekonomi yang dikuasai oleh keserakahan. Ekonomi nasional harus kembali kepada semangat Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945, yaitu sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tegas Nehemia.

Wadah Kolaborasi Nasional Organ Relawan

Inisiator FKN-08, Yoserizal Nasution, menjelaskan bahwa organisasi tersebut dibentuk sebagai forum koordinasi nasional yang menghimpun berbagai organisasi relawan pendukung Presiden Prabowo Subianto tanpa menghilangkan identitas masing-masing organisasi.

FKN-08 mengedepankan prinsip kolektif dan kolegial melalui Sekretariat Nasional sebagai pusat koordinasi lintas bidang, mulai dari hukum, ketahanan pangan, energi, UMKM, pendidikan, investasi, hilirisasi industri, teknologi informasi, kesehatan, komunikasi publik, pelestarian lingkungan hidup hingga hubungan antar-lembaga.

Yoserizal menegaskan bahwa seluruh arah perjuangan organisasi berpijak pada nilai-nilai Pancasila dan amanat Pasal 33 UUD 1945 sebagai fondasi pembangunan ekonomi nasional.

Fokus Mengawal Program Strategis Pemerintah

Sementara itu, H. Safrin menyampaikan bahwa FKN-08 akan menjadi mitra strategis pemerintah melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Program prioritas organisasi meliputi penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan UMKM, peningkatan investasi, hilirisasi industri, transformasi digital, pelestarian lingkungan hidup, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan komunikasi publik.

“Relawan harus menjadi bagian dari solusi. Kita bukan hanya hadir saat pemilu, tetapi juga hadir mengawal keberhasilan program-program pemerintah yang berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Sepakati Pembentukan Kelompok Kerja

Pada sesi penutupan, peserta konsolidasi menyepakati pembentukan kelompok kerja berdasarkan bidang keahlian sebagai langkah memperkuat kontribusi relawan terhadap pelaksanaan program pemerintah.

Forum juga menghasilkan pernyataan sikap yang menegaskan dukungan penuh terhadap program strategis Presiden Prabowo Subianto yang berorientasi pada kepentingan rakyat, penguatan kemandirian bangsa, serta implementasi kebijakan yang berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

FKN-08 menyatakan akan mengedepankan semangat persatuan, gotong royong, profesionalisme, dan kerja nyata sebagai bentuk dukungan terhadap terwujudnya **Indonesia Emas 2045

Kegiatan Konsolidasi Rakyat FKN-08 di Hotel Alia Cikini menjadi momentum awal konsolidasi nasional organisasi relawan untuk memperkuat sinergi antara masyarakat sipil dan pemerintah dalam mengawal agenda pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.(Red)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *