October 22, 2026
0_IMG-20261016-WA0552(1)
Foto: Istimewa
Jakarta, Mediaindonesiaraya.com – Guna mempererat tali silaturahmi sekaligus merumuskan kontribusi nyata bagi masyarakat, jaringan alumni Universitas Sumatera Utara (USU) menggelar acara pertemuan dan diskusi hangat bertajuk “Obrolan Alumni USU”. Acara ini berlangsung pada hari Jumat, 16 Oktober 2026, bertempat di Lume Coffee – LOUNGE, mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.
Acara yang diinisiasi secara swadaya oleh Wilma Silalahi dan Herlina Gea selaku Koordinator Alumni USU Happy ini, dirancang sebagai wadah inklusif bagi para alumni lintas generasi untuk kembali berkumpul, bertukar pikiran, dan memperkuat sinergi tanpa memandang batasan sekat formalitas. Pertemuan ini juga menjadi momentum penting dalam menyambut agenda kerohanian, yang ditegaskan oleh kehadiran Herbert Sitorus selaku Ketua Panitia Natal Ikatan Alumni (IKA) USU Jakarta.
Inisiator sekaligus Koordinator Alumni USU Happy, Wilma Silalahi (Alumni Fakultas Hukum USU Stambuk 1993), menegaskan bahwa wadah informal ini dibentuk untuk merangkul dan memfasilitasi seluruh alumni yang selama ini belum tersentuh oleh kegiatan-kegiatan formal.
“Niat awal kita itu bagaimana alumni USU bisa ‘happy’, gembira, saling kenal satu sama lain, dan silaturahmi terjalin. Kita ingin ‘buyut’ atau bersatu. Makanya saya selalu menegaskan bahwa ini bukan acaraku atau saya ketuanya, tidak. Ini milik kita bersama. Alumni USU ini banyak sekali yang menjadi pejabat, bahkan menteri, direktur BUMN, hingga direktur OJK. Di sini kita mewadahi semuanya tanpa melihat latar belakang fakultas, stambuk, maupun agama, karena bagi kita tempat berkumpul ini adalah pemersatu,” ujar Wilma Silalahi.
Wilma juga menganalogikan persatuan alumni ini seperti sapu lidi yang akan memberikan dampak besar jika disatukan.
“Alumni itu kalau sudah sendiri-sendiri tidak akan ada gunanya. Dia akan berfungsi dan bermanfaat pada saat dia bersatu. Selain itu, kami selalu menerapkan prinsip keterbukaan, seperti dalam hal pengelolaan donasi kegiatan sosial atau panti asuhan, semuanya harus transparan,” tambah Wilma yang juga aktif sebagai penulis buku tersebut.
Senada dengan Wilma, Herlina Gea (Alumni FISIP USU Stambuk 1986) menjelaskan bahwa konsep setara dan santai sengaja dipilih agar tidak ada rasa segan antar-alumni.
“Kita bawa ‘happy’ saja supaya alumni lintas generasi bisa membaur dengan nyaman. Banyak alumni kita yang sudah hebat, tetapi banyak juga yang baru tamat dan butuh bimbingan atau jaringan pekerjaan. Melalui wadah informal seperti ini, yang biasanya di acara resmi hanya duduk mendengarkan pidato, sekarang kita ciptakan ruang agar mereka bisa saling berkenalan dan membangun jejaring nyata,” tutur Herlina.
Fokus utama pertemuan malam ini berpusat pada sesi diskusi mendalam mengenai “Peran Alumni USU dalam Sosial Kemasyarakatan”. Sesi ini menghadirkan tokoh senior Dumoly Pardede (Alumni Fakultas Pertanian FP USU Stambuk 1989) sebagai narasumber utama.
Dalam kata sambutannya, Dumoly Pardede membagikan perjalanan kariernya yang inspiratif sekaligus memberikan motivasi besar kepada para alumni yang hadir. Beliau menekankan pentingnya kegigihan serta kemampuan beradaptasi di dunia profesional.
“Setelah lulus dari USU, saya merantau ke Jakarta dan memulai karier di jasa moneter saat mereka sedang mencari insinyur. Berkat kesempatan itu, kami dikirim ke luar negeri untuk sekolah tanpa modal bahasa Inggris awal yang kuat. Saya sendiri disekolahkan di San Diego, lalu melanjutkan studi di Ohio. Sekembalinya ke tanah air, saya dipercaya menjadi pegawai di Kementerian Keuangan Republik Indonesia hingga akhirnya menyelesaikan jabatan sebagai Kepala Biro Dana Pensiun Bapepam-LK,” tuturnya.
Lebih lanjut, Dumoly yang sempat melanjutkan kariernya di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga pensiun di tahun 2024, kini kembali aktif sebagai anggota Board Of Director BOD) PT Sinar Mas Multiartha Tbk. Di sela kesibukannya, beliau juga aktif melakukan kegiatan sosial di Balige Sumatera Utara.
Melalui kisah hidupnya, Dumoly mengingatkan bahwa alumni USU memiliki potensi dan rekam jejak yang luar biasa di tingkat nasional. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh alumni untuk tidak sekadar sukses di bidang profesional, tetapi juga bersatu menjadi motor penggerak perubahan sosial yang peka dan peduli terhadap isu-isu nyata di tengah masyarakat.
Diskusi tersebut diperkaya oleh pandangan dari Cary Greant, alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) USU sekaligus aktivis sosial-politik dari Kemayoran, Jakarta Pusat, yang menyoroti pentingnya kolaborasi alumni secara taktis di tingkat akar rumput, khususnya di wilayah ibu kota.
Suasana keakraban malam ini semakin kental dengan konsep busana smart casual non-batik. Para peserta yang hadir juga kompak mengenakan Jaket Alumni USU kebanggaan masing-masing untuk sesi foto bersama sebagai simbol persatuan dan kebanggaan terhadap almamater.
Bagi para alumni yang ingin berjejaring lebih lanjut atau berpartisipasi dalam kegiatan Alumni USU Happy berikutnya, komunikasi dapat dilakukan melalui narahubung resmi:
Wilma Silalahi: +62 813 1463 6463
Herlina Gea: +62 812 804 8293.(Red)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *