July 25, 2026
IMG-20260625-WA0213

Primaya Hospital Group (PRAY) Cetak Kinerja Solid Sepanjang 2024, Bidik Pertumbuhan Organik hingga 15% Melalui Ekspansi Masif

Foto: Istimewa

Jakarta – Pengelola jaringan Primaya Hospital Group, PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (Kode Saham BEI: PRAY), sukses menyelenggarakan Paparan Publik (Public Expose) Tahunan 2024  pada hari Senin (20/5/2025) di Rumah Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat. Sesi pemaparan dipimpin langsung oleh Direktur Utama Perseroan, Leona Agustine Karnali, bersama jajaran direksi untuk melaporkan performa bisnis tahun buku 2023 serta menyampaikan proyeksi strategis menyambut tahun ini.

Perseroan berhasil mencatatkan penguatan fundamental yang solid dengan raihan pendapatan mencapai Rp 2,1 Triliun. Berkat strategi efisiensi biaya farmasi dan standarisasi operasional terintegrasi, manajemen berhasil mempertahankan marjin EBITDA pada level yang sehat, yakni sebesar 28,5%.

Capaian Kunci Operasional & Keuangan

  • Realisasi Target Pendapatan: Pertumbuhan pendapatan perseroan melesat hingga mencapai 73% dari target awal yang dicanangkan manajemen.
  • Volume Pasien Meningkat: Pertumbuhan didorong oleh peningkatan volume kunjungan pasien yang masif di seluruh wilayah operasional serta optimalisasi fasilitas baru.Kategori Rumah Sakit: Layanan medis kian kokoh di mana mayoritas jaringan rumah sakit yang dikelola saat ini berada pada klasifikasi Rumah Sakit Tipe B.

Strategi Ekspansi dan Prospek Usaha

Melalui dukungan pendanaan dari investor strategis global GIC Singapura, PRAY berada dalam posisi finansial yang kuat untuk mempercepat ekspansi jaringan. Perseroan menargetkan total kepemilikan menjadi 20 rumah sakit dan memproyeksikan kapasitas hingga lebih dari 3.000 tempat tidur.

Guna menopang keberlanjutan bisnis tersebut, manajemen menetapkan beberapa target indikatif:

  1. Pertumbuhan Organik: Menargetkan kenaikan pendapatan organik sebesar 10% hingga 15%.
  2. Pertumbuhan EBITDA: Membidik pertumbuhan profitabilitas operasional (EBITDA) sebesar 20% hingga 25%.
  3. Penyesuaian Tarif Swasta: Merencanakan penyesuaian harga segmen pasien non-BPJS sebesar 6% hingga 8% demi mengimbangi inflasi medis dan menjaga kualitas layanan.

Direktur Utama PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk, Leona Agustine Karnali, menyampaikan: “Kinerja keuangan yang kuat sepanjang tahun lalu membuktikan efektivitas model bisnis kami. Melalui standardisasi pelayanan medis yang prima dan efisiensi biaya secara grup, kami optimis ekspansi jaringan rumah sakit baru ini akan menjadi growth driver utama yang memberikan nilai tambah optimal bagi pemegang saham serta meningkatkan aksesibilitas kesehatan berstandar internasional bagi masyarakat Indonesia.”.(Red)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *