Foto: Istimewa
Jakarta, Metroheadline.net – Perayaan Cap Go Meh di kawasan DKI Jakarta tahun ini tampil berbeda dan penuh makna. Tak ketinggalan bertempat di Komplek Cagar Budaya Candra Naya, Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat acara perayaan Cap Go Meh berlangsung meriah dengan menyajikan berbagai pertunjukan seru dan penuh warna.
Berbagai atraksi budaya ditampilkan seperti wushu, barongsai, pekingsai, liong (tarian naga) dan wayang potehi.

Dari pantauan awak media, acara dimulai sejak pukul 15.30 Wib hingga selesai turut dihadiri Charles Honoris (Anggota DPR RI Fraksi PDIP), Hj. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si (Walikota Jakarta Barat), Harry Aprianto (Lurah Glodok), Simson Hutagalung (Camat Taman Sari), dan para tamu undangan lainnya.
Sebagai informasi acara ini juga terbuka untuk masyarakat umum termasuk wisatawan.
Dalam sambutannya Lutungan mengemukakan perayaan ini bukan sekedar kegiatan budaya, tetapi juga mengikuti program pemerintah Jakarta dalam program melestarikan kota tua dan kota bersejarah.
“Kami percaya bahwa kota yang maju adalah kota yang mampu merawat budayanya. Dari kelihatan seperti ini, kami menghadirkan ruang pertemuan lingkaran budaya, lingkaran generasi, dan lingkaran komunikasi,” kata Lutungan.
“Saya ucapkan terima kasih atas dukungan Komunitas Pencinta Bangunan Bersejarah, para komunitas budaya serta masyarakat yang terus menjaga semangat dan bersamaan di kota ini,” jelasnya.
“Semoga perayaan Cap Go Meh hari ini membuat kita mencapai kebahagiaan, keberuntungan, serta harapan baik bagi kita semua,” pungkas Lutungan.
Tentang Candra Naya
Candra Naya adalah sebuah bangunan cagar budaya di daerah Jakarta, Indonesia, yang merupakan bekas kediaman keluarga Khouw van Tamboen, terutama Majoor der Chinezen Khouw Kim An, kepala bangsa Tionghoa di Batavia yang terakhir (1910-1918 dan diangkat kembali 1927-1942) setelah Mayor Tan Eng Goan (1837-1865), Tan Tjoen Tiat (1865-1879), Lie Tjoe Hong (1879-1895) dan Tio Tek Ho (1896-1908).
Bangunan seluas 2.250 meter persegi ini memiliki arsitektur Tionghoa yang khas dan merupakan salah satu dari dua kediaman rumah mayor Tionghoa Batavia yang masih berdiri di Jakarta.
Kediaman mayor Tionghoa lainnya yang masih ada ialah bangunan “Toko Kompak” di Pasar Baru, bekas kediaman Mayor Tio Tek Ho. Bangunan yang didirikan pada abad ke-19 ini merupakan salah satu dari 3 bangunan berarsitektur serupa yang pernah ada di Jalan Gajah Mada, yaitu Jalan Gajah Mada 168 milik Khouw Tjeng Po, yang merupakan gedung Tiong Hoa Siang Hwee, (Kamar Dagang Tionghoa) dan kini menjadi gedung SMA Negeri 2 Jakarta, Jalan Gajah Mada 188 milik Khouw Tjeng Tjoan, yang kini dikenal sebagai gedung Candra Naya itu sendiri, dan Jalan Gajah Mada 204 milik Khouw Tjeng Kee, yang pernah digunakan sebagai gedung Kedutaan Besar Republik Rakyat Republik Rakyat Tiongkok.(Red)
