Foto: Istimewa
Jakarta, Mediaindonesiaraya.com -Kosgoro 1957 Daerah Istimewa Yogyakarta berkomitmen penuh mengawal agenda kerja Ketua Umum (Ketum) Dewan Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 terpilih, Sari Yuliati.
Hal tersebut diutarakan Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Daerah Istimewa Yogyakarta, Erwin Nizar kepada awak media seusai Musyawarah Besar (Mubes) V Kosgoro 1957 di Hotel Merlyn Park, Sabtu (6/6/2026).
“Kami kita pendukung beliau kita menyambut dengan senang hati dan selama 5 tahun kedepan kami yang didaerah ini membantu beliau memujudkan visi misi dan program beliau saya kira itu menjadi tugas kami. Kita yang sudah bersama-sama mengantar beliau jadi Ketua Umum jangan pula kita lepas tapi kita kawal untik melaksanakan tugas-tugasnya sebagai Ketua Umum. Mudah-mudahan segera terbentuk kepengurusn defenitif yang benar-benar bisa membantu beliau itu saja harapan kita didaerah,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Erwin menambahkan proses pemilihan Ketua Umum Kosgoro 1957 memang penuh dinamika namun tetap dalam suasana yang demokratis.
“Anget-anget adem begitu ya biasa itu, yang pasti kita dukung beliau beserta visi misi dan program kerjanya” jelasnya lebih lanjut.
Menurut Erwin yang didampingi Handoko selaku Sekretaris PDK Kosgoro 1957 DI Yogyakarta, sesuai masa bakti kepengurusan periode tahun 2022-2027 pihaknya akan menggelar Musyawarah Daerah untuk mendukung Ketua Umum terpilih Sari Yuliati dengan fokus pada penguatan konsolidasi organisasi, perluasan kaderisasi, dan penyuksesan program-program pemerintah.
“Jadi nggak ada tawar menawar jika sudah waktunya musda ya musda. Yang jelas begini konsolidasi ormas-ormas yang didalamnya termasuk Kosgoro 1957 itu dalam rangka juga konsolidasi partai, dengan mengkonsolidasi di Kosgoro 1957 dengan sendirinya membesarkan partai Golkar, oleh karena itu sudaj menjadi kewajiban kita apalagi Kosgoro 1957 sebagai salah satu ormas pendiri partai Golkar punya tanggung jawab moral, punya tanggung sejarah punya tanggung jawab politik yang lebih besar daripada yang lain kami bersama MKGR dan Soksi mendirikan Sekber Golkar itu punya tanggung jawab lebih dibanding kawan-kawan yang lain,” tuturnya.
Menurut Politikus Senior yang juga mantan Anggota DPRD Provinsi DIY periode 2004–2014, Kosgoro 1957 (Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong) didirikan pada 10 November 1957 oleh 33 pejuang kemerdekaan dari TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) Jawa Timur. Bermula sebagai koperasi simpan pinjam, organisasi ini berkembang menjadi salah satu pilar pendiri Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) pada tahun 1964
“Kosgoro ini khan berangkatnya dari ekonomi kerakyatan yaitu koperasi, tugas kita bagaimana memberdayakan internal kita agar tidak terdampak dengan kondisi seperti sekarang. Jadi kita penguatan kedalam baru nanti melebar ke masyarakat umum. Ada program-program yang seperti disampaikan Bu Sari kemarin itu khan bahwa munculnya Kosgoro itu kalau sekarang (Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong) kalau dulu Koperasi Serbaguna Gotong Royong dan memang kita itu lahir sebagai koperasi awalnya yang para pendiri Kosgoro itu TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar) itu punya tanggung jawab moral, punya peran membalas jasa kepada masyarakat karena beliau-beliau berjuang itu khan dari rumah ke rumah, kerja-kerja kolektif dan ditampung oleh masyarakat numpang di rumah masyarakat diberi makan oleh masyarakat padahal kondisi masyarakat saat itu lagi susah tapi mereka dengan sukarela dengan senang hati mmbantu para pejuang waktu itu para tentara yang kita kenal sebagai TRIP itu. Mas Isman dan para tokoh-tokoh awal pendiri punya tanggung jawab moral kemarin mereka dibantu oleh rakyat begitu merdeka ya dibalik kemudian mereka yang membantu rakyat dan Kosgoro konsisten disitu sampai hari ini,” tutup Erwin Nizar.
Sebelumnya hasil Mubes V (5-7 Juni 2026) Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 yang baru untuk masa bakti 2026–2031.
Komitmen arah organisasi yaitu fokus utama Ketum terpilih adalah menjaga soliditas, membesarkan organisasi sebagai pilar Partai Golkar, dan menggerakkan kembali roda ekonomi kerakyatan serta koperasi.(Red)
