Foto: Istimewa
Jakarta, Mediaindonesiaraya.com – Sejumlah tokoh politik nasional yang tergabung dalam Forum Komunikasi Tokoh Politik menggelar konferensi pers bersama untuk menyikapi dinamika politik dan demokrasi nasional saat ini. Dalam pertemuan tersebut, forum secara resmi menegaskan komitmennya untuk menjaga persatuan nasional dengan menyelaraskan arah perjuangan di bawah kepemimpinan nasional.Acara yang berlangsung dengan khidmat ini mengusung tema sentral: “Sikap politik dan demokrasi nasional Indonesia sebagai tindakan mewujudkan persatuan nasional dengan berada dalam garis politik PRESIDEN PRABOWO.”
Konferensi pers ini dihadiri oleh jajaran tokoh, pengamat, serta aktivis politik senior yang bertindak sebagai pembicara, di antaranya:
- Dr. Soeharto Mangkuwinoto (Ketua Dewan Pembina Forum Komunikasi Tokoh Politik)
- Mayjen TNI (Purn.) Dr. H. Catur Supriyanto (Ketua Umum)
- Hery Tangerang (Ketua Pelaksana Hari Ini)
- Yudi Syamhudi Suyuti (Ketua Komite Persatuan Nasional/Koordinator Acara)
- Joko S. Dewo (Ketua Tim Perumus)
- Satardi Sastro (Pakar Hukum Tata Negara)
- Donny Wiguna (Ketua Presidium Forum Kemandirian Industri Nasional)
- Herwandi Badat (Koordinator Pendukung Jokowi-Prabowo)
- Deki Lattu (Sekretaris Jenderal Generasi Muda Penerus TNI)
- Khoirul Amin, S.H., M.H. (Ketua Umum DPP KAI)
- Rijal Kobar
- Dedi M. Pasya (Ketua Simpul Garda Aktivis)
- Sunarti (Ketua SBSI 1992)
- Juju Purwanto, S.H., C.P.M. (Ketua Umum Ikatan Penasihat Hukum Indonesia / Ketua Hukum Korban Gusuran)
- Dr. Hatta Taliwang (Mantan Anggota DPR RI)
- Edy Mulyadi
- H. Iwan Kurniawan (Ketua Umum DPP GMN)
Dalam pernyataan bersamanya, Forum Komunikasi Tokoh Politik menyampaikan bahwa situasi geopolitik dan tantangan domestik saat ini memerlukan stabilitas politik yang kuat. Oleh karena itu, langkah konkret untuk mewujudkan persatuan nasional adalah dengan memberikan dukungan penuh serta mengawal seluruh kebijakan strategis yang berada di dalam garis politik Presiden Prabowo.
Forum juga mengajak seluruh elemen bangsa, baik kader partai politik, organisasi kemasyarakatan, hingga generasi muda, untuk menanggalkan ego kelompok demi kepentingan yang lebih besar, yakni kedaulatan dan kesejahteraan rakyat Indonesia.(Red)
