Foto: Istimewa
Jakarta, Mediaindonesiaraya.com – Ribuan penonton memadati ajang Pattimura International Big Fight 2026. Acara akbar tersebut diselenggarakan pada 29 Mei 2026 di Auditorium LPP TVRI Senayan, Jakarta. Kehadiran penonton yang sangat antusias di studio TVRI Jakarta untuk memberikan dukungan nyata terhadap petinju kesayangannya.
Dari pantauan awak media ajang tersebut acara ini didukung oleh tokoh masyarakat Maluku, TNI/Polri, dan politisi seperti seperti Hendrik Lewerissa (Gubernur Maluku), Benhur G. Watubun (Ketua DPRD Maluku), Kadispora DKI Jakarta Andri Yansyah, Wakapolres Metro Jakarta Pusat Budi Prasetyo, Letkol Inf (Purn) G. Borlak S.Sos., M.M (Pembina Promotor), Nicholas Johan Kilikily (Promotor), Neneng A Tuti (Ketua Umum FTPI) dan tokoh lainnya.
Acara Pattimura International Big Fight 2026 digelar untuk memperingati HUT Kapitan Pattimura ke-209 dan membangkitkan kembali industri tinju profesional Indonesia. Selain itu ajang tinju ini mempertemukan petinju Indonesia melawan petarung asal Thailand.
Tercatat, di kelas super bantam 55,3 kg, Sunan Agung Amoragam akan menghadapi wakil Negeri Gajah Putih, Nathha Phong Nuchap Hum.
Adapun pada kelas bulu 57,1 kg, Noldi Manakane bakal melawan Phirawat Phantong.
Dikesempatan yang sama Pembina Promotor Pattimura International Big Fight 2026, Letkol Inf (Purn) G. Borlak, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa ajang tinju bertajuk “Pertandingan Tinju Ampro Era Prestasi Indonesia Emas” menjadi momentum penting untuk membangkitkan kembali kejayaan tinju profesional Indonesia.
Dalam sambutannya di Auditorium LPP TVRI Senayan, Jakarta, Borlak menyampaikan bahwa dirinya memiliki kedekatan panjang dengan dunia tinju profesional sejak 1998. Ia mengaku tumbuh dan dibesarkan melalui dunia olahraga adu pukul tersebut.
“Dunia tinju ini tidak asing lagi bagi saya. Saya lahir mulai tahun 1998 di tempat ini, dibesarkan melalui tinju profesional,” ujar Borlak di hadapan para tamu undangan dan insan tinju nasional.
Pada kesempatan itu, ia juga memberikan apresiasi kepada promotor Pattimura International Big Fight 2026, Nicholas Johan KiliKily, yang disebutnya sebagai putra Maluku dengan kemampuan besar dalam membangun dunia tinju nasional.
Borlak mengungkapkan, dirinya pernah bekerja sama dengan Nicholas dalam sebuah kejuaraan dunia, di mana Nicholas bertindak sebagai promotor dan dirinya menjadi wasit pertandingan.
“Beliau adalah putra Maluku yang luar biasa. Dulu saya pimpin kejuaraan dunia, beliau promotornya dan saya wasitnya. Petinjunya jadi juara dunia,” katanya.
Menurutnya, kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki Nicholas menjadi alasan utama dirinya menunjuk sosok tersebut sebagai promotor dalam perhelatan Pattimura International Big Fight 2026.
Borlak turut menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Maluku, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia secara khusus mengapresiasi sosok Yance yang dinilainya sebagai figur pemersatu tinju Indonesia.
“Ini adalah pemersatu tinju di Indonesia. Memiliki keberanian, integritas, daya juang, dan niat pantang menyerah untuk membangun tinju,” ucapnya.
Selain itu, ia juga memberikan penghargaan kepada Ketua Umum FTPI Pusat, Neneng A. Tuti SH, atas dukungan dan komitmennya terhadap perkembangan olahraga tinju di Indonesia.
Di akhir sambutannya, Borlak menegaskan bahwa seluruh insan tinju memiliki tugas untuk mengibarkan Merah Putih setinggi-tingginya demi kejayaan olahraga tinju dan nama Indonesia di kancah internasional.
“Kita tugasnya adalah mengibarkan setinggi-tingginya Merah Putih untuk kejayaan tinju di negara tercinta Republik Indonesia,” tegasnya.
Ia pun meminta dukungan masyarakat agar insan tinju Indonesia terus diberikan kesempatan untuk bekerja dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara melalui ring tinju profesional Indonesia
Promotor Pattimura International Big Fight 2026 Nicholas Johan Kilikily mengungkapkan ajang ini menjadi momentum kebangkitan tinju profesional Indonesia di level internasional.
Menurutnya, Indonesia dikenal sebagai penghasil petinju kelas dunia, seperti Ellyas Pical yang menjadi petinju pertama Indonesia peraih gelar juara IBF.
Karena itu, pihaknya optimistis ke depan akan banyak petinju yang menjadikan ajang tersebut sebagai panggung unjuk gigi di dunia internasional.
“Kami sudah lama tidak menggelar pertandingan tinju profesional yang melibatkan petinju luar negeri.”
“Jadi, ajang ini merupakan salah satu event tinju terbesar pada 2026. Saya berharap Sunan dan Noldi bisa mengalahkan petinju Thailand,” ujar Nicholas.(Red)
