February 12, 2026
IMG-20251213-WA0217

Foto: Istimewa

Jakarta, Mediaindonesiaraya.com – Penduduk yang produktif apalagi jumlahnya besar merupakan faktor penting untuk pembangunan bangsa ke depan.

Hal ini dikemukakan Chief Executive Officer (CEO) BYD Haka Auto, Hariyadi Kaimuddin di acara Indonesia Productivity Summit 2025, Jiexpo Kemayoran, Jumat (12/12/2025).

“Indonesia Productivity Summit ini ada suatu inisiatif yang memang harus kita dukung. Karena kita tahu memang bangsa kita untuk bisa maju butuh orang-orang yang produktif. Dan kami sebagai pihak swasta juga merasa terpanggil berkontribusi cuma caranya agar bisa membantu juga program pemerintah dan juga meningkatkan pendidikan keterampilan dari orang-orang,” ujarnya kepada awak media.

Hariyadi Kaimuddin, mengatakan isu krusial dalam perkembangan industri otomotif nasional, terutama transisi menuju era kendaraan listrik (EV) adalah perlunya tenaga terampil untuk mendukung industri yang sedang berkembang pesat ini.

“Kami juga banyak membuka lapangan pekerjaan. Memang dinamikanya kan agak sulit kita mendapatkan tenaga kerja yang benar-benar langsung siap, langsung mengerti kerjaannya. Jadi memang kalau lulusan dari perguruan tinggi atau sekolah itu kadang-kadang memang belum langsung siap pakai.
Jadi memang ada, kayak tadi Pak Menteri sampaikan perlu ada vokasi dan sebagainya, itu memang sangat perlu.
Tapi ya kami juga nggak bisa juga berpangku tangan sebagai swasta,
mengharap dari lembaga resmi atau pemerintah untuk melakukan itu.
Kita juga harus punya training sendiri, penggunaan kompetensi sendiri yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Karena setiap perusahaan pasti kebutuhannya juga berbeda-beda ya,” tuturnya.

Terkait potensi BYD di Indonesia sebut Hariyadi sangat besar, terbukti dari posisinya sebagai pemimpin pasar mobil listrik dengan penjualan signifikan sejak 2024, didukung harga kompetitif, teknologi baterai Blade yang aman, fitur lengkap (ADAS), dan jangkauan luas.

“Saat ini kami sudah melakukan investasi besar pembangunan pabrik di Subang menunjukkan komitmen jangka panjang, menciptakan lapangan kerja, transfer teknologi, serta memanfaatkan nikel Indonesia untuk menguasai pasar domestik dan ekspor Asia Tenggara, seiring dukungan pemerintah dan meningkatnya kesadaran EV,” pungkas Hariyadi sambil tersenyum.(Red)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *