Foto: Istimewa
Jakarta, Mediaindonesiaraya.com – Tahun 2025 kita lewati dengan berbagai lika-liku persoalan, pergumulan, dan ujian yang berat. Sebagai masyarakat Papua Tengah, kita tidak hanya menghadapi tantangan pembangunan dan keadilan, tetapi juga menyaksikan maraknya pembunuhan, pertikaian, serta konflik bersenjata yang terus menelan korban, terutama dari kalangan orang kecil dan masyarakat adat pemilik hak ulayat.
Situasi ini telah melahirkan penderitaan yang mendalam. Banyak saudara-saudari kita hidup sebagai pengungsi kehilangan rumah, tanah, dan rasa aman bertahan di hutan-hutan dan tempat-tempat pengungsian. Semua ini merupakan cermin dari pengabaian hak-hak dasar masyarakat kecil yang seharusnya dilindungi dan dihormati.
Sebagai pengurus Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) Tsingwarop, kami menyadari bahwa perjuangan ini bukan perjuangan singkat. Selama kurang lebih sepuluh tahun, kami telah melewati berbagai badai tekanan, ketidakpastian, dinamika kepentingan, serta ujian iman dan kesabaran. Namun di penghujung tahun ini, kami bersyukur karena harapan untuk keluar dari badai tersebut mulai terlihat semakin jelas. Ini bukan karena kekuatan manusia semata, melainkan karena penyertaan Tuhan, kekuatan adat, dan persatuan masyarakat.
Di tengah realitas konflik dan penderitaan, kami percaya bahwa kekerasan bukanlah jalan keluar.
Penyelesaian persoalan Papua Tengah harus ditempuh melalui dialog yang jujur, adil, dan bermartabat, dengan menempatkan masyarakat adat dan orang kecil sebagai subjek utama, bukan sebagai korban yang terus dikorbankan.
Dalam terang Natal, kelahiran Yesus Kristus sebagai Penebus dosa menghadirkan harapan dan arah baru. Kristus adalah Terang yang membawa damai, kebenaran, dan keadilan. Terang inilah yang terus kami suarakan baik dalam perjuangan hak, dalam edukasi publik, maupun dalam membangun kesadaran akan kemerdekaan ekonomi masyarakat adat.
Papua adalah tanah yang diberkati, tanah yang kaya akan “madu dan susu”. Karena itu, memasuki Tahun Baru 2026, kami berkomitmen untuk tetap rendah hati dan konsisten memberikan edukasi kepada masyarakat dan publik bahwa kemerdekaan sejati juga harus terwujud dalam kemandirian dan keadilan ekonomi, dengan menghormati hak ulayat, adat, dan martabat manusia.
Kami mengajak gereja, masyarakat adat, pemerintah, dan seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama menaruh perhatian dan kepedulian yang sungguh terhadap penderitaan rakyat, serta menyatukan langkah menyuarakan Terang Kristus dan kedamaian di tanah Papua. Kiranya Tahun 2026 menjadi tahun dialog, pemulihan, dan peneguhan keadilan agar Papua sungguh menjadi rumah yang aman, adil, dan bermartabat bagi semua anak negeri.
Selamat menutup Tahun 2025.
Selamat menyongsong Tahun Baru 2026.
Tuhan memberkati Papua dan perjuangan kita semua.
Yohan Zonggonau
Tokoh Masyarakat & Tokoh Papua Tengah
Pengurus Forum Pemilik Hak Sulung (FPHS) Tsingwarop
Pejuang Hak-hak Orang Kecil
