Foto: Istimewa
Jakarta, Mediaindonesiaraya.comĀ – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) memperingati Dies Natalis ke-72 yang diselenggarakan di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, BPOM, Jakarta. Minggu (19/4/2026).
Peringatan Dies Natalis pada tahun ini mengusung semangat “Menyulam Persatuan” dan dihadiri oleh jajaran DPP GMNI serta kader dari berbagai daerah, menekankan komitmen terhadap ideologi kebangsaan dan kemandirian ekonomi.
Sudi S. Simarmata selaku Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-72 GMNI menekankan peringatan Dies Natalis tahun ini fokus kepada giat yang strategis yang berpihak kepada rakyat khususnya kepada kaum marhaen
“Di acara refleksi Dies Natalis ke-72 ini saya mengingatkan kepda kawan-kawan semua pidato Bung Karno bapak proklamator bangsa ini pada hari kemerdekan RI ke-64 dengan tahun yang disebut tahun Vivere Pericoloso beliau menyampaikan satu gagasan yang sampai hari ini hidup digerakkan mahasiswa nasional Indonesia yakni konsep Trisakti. Konsep Trisakti itu berisi berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan,” katanya.
Sudi menambahkan dalam peringatan Dies Natalis juga dirangkai dengan peluncuran buku berjudul “Bunga Rampai”, dan pameran berbagai produk strategis yang berpihak kepada kaum marhaen.
“Buku Bunga Rampai ini dikonsep oleh Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi DPP GMNI I Wayan Dara yang berisi gagasan dan pemikiran kritis dari seluruh kepenengurusan GMNI tentang situasi dan kondisi kebangsaan dan negara saat ini,” tuturnya.
Ketua Umum GMNI Sujahri Somar mengatakan seluruh pengurus, anggota dan kader GMNI punya tugas besar agar spirit perjuangan tetap hidup.
“Bung Karno pernah berpesan kepada kita semua gantungkan cita-citamu setinggi langit bermimpilah setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang. Pesan ini sederhana, namun sarat makna bahwa generasi muda harus berani tampil, bermimpi besar, dan tidak takut gagal,ā tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kader GMNI saat ini bukanlah sekadar penikmat sejarah, melainkan penerus estafet perjuangan.
āKita berdiri di sini bukan sebagai tamu yang menikmati apa yang telah ada, tetapi sebagai penerus yang memiliki tanggung jawab besar menjaga dan menghidupkan semangat perjuangan,ā tambahnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh kader GMNI untuk siap menghadapi perubahan zaman dengan sikap yang teguh dan penuh keyakinan. Menurutnya, tantangan ke depan menuntut mahasiswa nasionalis untuk adaptif sekaligus tetap berpegang pada nilai-nilai perjuangan.
“Sudah saatnya kita menunjukkan bahwa GMNI bukan hanya bagian dari sejarah masa lalu, tetapi juga menjadi solusi dan jawaban atas berbagai persoalan bangsa hari ini,ā tutup Sujahri.
Peringatan ini menyoroti pentingnya menjaga ideologi bangsa serta memperkuat komitmen kebangsaan, diselingi dengan diskusi mengenai strategi ekonomi dan geopolitik.(Red)
