January 17, 2026
0_IMG-20260106-WA0071

Foto: Istimewa

Jakarta, Mediaindonesiaraya.com – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam Perayaan Natal Nasional 2025 yang diselenggarakan di Tennis Indoor Stadium Senayan, Jakarta Pusat, Senin malam (05/01/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Natal kepada seluruh umat Kristiani di Tanah Air. Ia berharap perayaan Natal menjadi momentum untuk meneguhkan nilai kasih, harapan, dan kekuatan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Selamat Hari Raya Natal kepada saudara-saudaraku umat Kristiani sebangsa dan setanah air di mana pun engkau berada. Semoga damai Natal membawa kebaikan, berkah, kasih, harapan, dan kekuatan bagi kita sekalian,” harapnya.

Presiden juga menegaskan bahwa Perayaan Natal Nasional merupakan cerminan jati diri bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk, dengan keberagaman suku, ras, dan agama yang hidup berdampingan dalam persatuan.

“Saudara-saudara sekalian, acara ini adalah bukti jati diri kita, bangsa Indonesia sebagai bangsa yang majemuk, bangsa yang multietnis, multiras, multiagama,” ujar Presiden.

“Kita adalah bangsa yang sangat besar. Para pakar ada yang hitung kelompok etnis yang ada di Indonesia itu 1.700, dengan bahasa daerah yang sangat banyak,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa persatuan bangsa Indonesia terbangun atas kesamaan cita-cita dan tekad untuk hidup bersama dalam satu nusantara. Menurutnya, nilai persaudaraan dan kebersamaan inilah yang menjadi fondasi kekuatan bangsa hingga saat ini.

“Kita, suku-suku kita bisa bersatu. Kita bisa hidup sebagai satu bangsa, satu nusantara yang memiliki satu bahasa karena kita punya niat yang sama. Kita ingin meraih kehidupan yang baik bersama. Kita telah ditakdirkan oleh Yang Maha Kuasa untuk hidup di bumi nusantara ini,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan capaian strategis pemerintah di bidang pangan nasional. Presiden menegaskan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada beras, lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.

“Saudara-saudara, di perayaan Natal ini, saya dengan bangga hari ini, saya bisa menyampaikan, begitu lewat 31 Desember 2025, bangsa Indonesia sekarang sudah swasembada beras. Tahun 2025, kita tidak impor beras sama sekali. Target empat tahun, kita bisa capai dalam waktu satu tahun,” ungkapnya.

Hal itu dilakukannya bersama Wapres dan seluruh jajaran pemerintah sebagai wujud upaya untuk menghapus kemiskinan, mengurangi penderitaan rakyat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah terdampak bencana.

“Niat saya dan niat pembantu-pembantu saya, tidak ada lain. Kami bekerja keras untuk menghilangkan kemiskinan dari bumi Indonesia. Kami bekerja keras mengurangi penderitaan dan kesulitan rakyat kita, apalagi sekarang di daerah-daerah bencana,” tutur Presiden.

“Kami bekerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kita. Percayalah itu niat kami,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa tema Natal Nasional tahun ini mengajak seluruh umat untuk merenungkan bahwa kehadiran Tuhan dalam sejarah manusia dimulai dari ruang yang paling sederhana dan paling dekat dengan kehidupan, yakni keluarga.

“Di sanalah iman ditanamkan, kasih dipelajari, dan nilai-nilai kemanusiaan dibentuk. Kasih, ketaatan, dan keselamatan dinyatakan bagi seluruh umat manusia melalui keluarga,” ucap Menag.

Sebelumnya, Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), Pendeta Jacklevyn F. Manuputty, menjelaskan bahwa Natal 2025 mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”, yang diangkat berdasarkan refleksi terhadap Injil Matius 1:21–24. Perikop ini memberikan gambaran mendalam yang kerap terlupakan, bahwa Natal bukan semata-mata tentang kelahiran seorang bayi, melainkan deklarasi bahwa Allah memilih keluarga, sebagai jalan yang paling sederhana untuk mewujudkan rencana keselamatan yang paling agung.

“Bencana yang menimpa keluarga-keluarga di Sumatera Barat, Aceh, Sumatera Utara, Papua, dan berbagai daerah lainnya, memaksa keluarga kehilangan bukan hanya harta tetapi rasa aman. Di tengah berbagai krisis keluarga ini, perayaan Natal menjadi sangat tepat bagi kita untuk merenungkan dan mengalami karya Allah yang hadir untuk menyelamatkan dan memulihkan keluarga,” ungkapnya.

Turut hadir pada kesempatan ini Ketua Umum Panitia Natal Nasional Tahun 2025, sekaligus Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta jajaran menteri Kabinet Merah Putih lainnya.(Red)

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *